Makam Gus Dur Ambles

Makam Gus Dur Ambles yang baru-baru ini terjadi ternyata bukan hal yang pertama namun sudah pernah terjadi sejak lama. Bahkan semenjak sebelum 7 hari setelah meninggalnya Gus Dur makam tersebut juga pernah ambles. Itu saya ketahui dari berita Liputan6, berikut saya kopikan beritanya :

Liputan6.com, Jombang: Sejak KH Abdurrahman Wahid dikebumikan, makam cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu tak henti-hentinya didatangi peziarah. Apalagi peziarah bisa dengan leluasa memasuki areal dan mendekati makam. Akibatnya, tanah makam Gus Dur ambles dan sejumlah batu nisan di kompleks makam rusak.

Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, pengelola Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, terpaksa memberi pembatas dengan tali tambang. Hingga Senin (4/1) siang, peziarah masih terus berdatangan ke makam Gus Dur. Namun, mereka tak bisa lagi leluasa seperti sebelumnya.

Sementara itu, untuk persiapan tahlil tujuh hari wafatnya Gus Dur, pengelola pondok pesantren sudah bersiap-siap membentuk panitia yang melibatkan puluhan santri. Diperkirakan puluhan ribu orang akan memadati Ponpes Tebuireng dalam tahlil bersama budayawan Emha Ainun Najib yang juga berasal dari kota kelahiran Gus Dur, Jombang. (Bambang Ronggo / 04/01/2010 12:40 ) http://berita.liputan6.com/ekbis/201001/257344/class=%27vidico%27

Dari informasi yang saya dapat ambles-nya makam Gus Dur kali ini lebih parah dari sebelumnya. Bahkan sempat ada kabar kalau makam tersebut ambles hingga terlihat kain kafannya. Namun benar atau tidaknya saya tidak tahu karena tidak melihat langsung, cuma saya kutipkan berita dari tempo interaktif sebagai berikut :

Dihubungi terpisah, salah satu pengurus pondok, Lukman Hakim membenarkan amblesan ini. Hanya saja dengan berbagai alasan, dirinya enggan bercerita apakah tanah makan yang amblas itu sampai membuat kain kafan dan jazad Gus Dur terlihat. “Saya tidak berani mas, takut, telpon romo kyai (Gus Sholah) saja,” katanya singkat. (http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/02/18/brk,20110218-314342,id.html)

Pihak pondok pesantren dan keluarga memperkirakan amblesnya makam Gus Dur ini karena guyuran hujan akhir-akhir ini yang menggerus tanah makam. Namun ada juga yang memperkirakan karena begitu banyaknya pengunjung makam Gus Dur.

Namun entah apa penyebabnya yang terpenting bagi kita adalah mengambil hikmahnya bahwa kita semua saat ini sedang diingatkan bahwa suatu saat bakalan mati juga. Dan hikmah kedua bahwa kita setelah mati tidak akan bisa berbuat apa-apa termasuk juga tidak bisa menolak kuburan kita ambles. Ketika kita mati amalan kita sudah terhenti hanya amalan jariyah yang telah diperbuat semasa hidup saja yang bermanfaat. So dengan kejadian seperti ini seharusnya bisa membuat kita semakin meningkatkan amal ibadah kita masing-masing.