Mengembalikan Jati Diri Bangsa 1

Mengembalikan Jati Diri Bangsa 1 hari lagi final. Saya ingin ikut serta mendukung mengembalikan jati diri bangsa melalui opini berikut ini. Gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang di prakarsai oleb www.beritajitu.com memang sangat bagus. Selain memberikan hadiah juga dapat memberikan pelajaran bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia yaitu pelajaran untuk menyadari betapa menyedihkan generasi bangsa Indonesia saat ini. Lihat saja informasi berita mengenai orang-orang yang memiliki intelektual saling bermusuhan dan menjatuhkan. Buktinya sering kita dapati informasi tawuran yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia. Belum lagi adanya saling menyerang opini yang dilakukan oleh para politikus bangsa Indonesia. Sampai-sampai saya sebagai rakyat kecil bingung menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.

Yang hangat saat ini adalah kasus bank Century yang diduga melibatkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, selain itu juga kasus Antasari, kasus Anggodo dan entah seberapa deret lagi jika saya tuliskan semua disini. Sebagai rakyat kecil seperti saya ini tentu saja kebingungan jika diminta untuk menebak siapa yang salah dalam kasus-kasus tersebut. Dan juga harus bersikap bagaimana terhadap kasus-kasus tersebut.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia saya hanya bertanya dalam diri pribadi ” Akankah Jati Diri Bangsa Indonesia yang akan datang seperti ini terus ? ” “Apa yang akan saya ceritakan dengan penuh kebanggaan dimasa-masa mudaku tentang jati diri bangsa Indonesia kepada generasi bangsa Indonesia kelak tatkala ku sudah tua ? ” Akankah aku ceritakan hebohnya kasus-kasus tersebut ataukah kasus Ibu Prita Mulyasari dengan koin peduli rakyat untuknya ?

Sebuah Harapan Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Entahlah ……… Seandainya semua elemen Bangsa tidak memikirkan kepentingan pribadi saja tapi mementingkan kehidupan berbangsa dan bertanah air Indonesia dengan kebersamaan dan gotong royong mengembalikan jati diri bangsa sebagaimana yang di contohkan para pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dengan bersenjatakan bambu runcing, mungkin akan berbeda cerita yang bisa saya sampaikan kepada anak cucu generasi bangsa kelak.

Sekali lagi rasa kebersamaan dan kesatuan dalam mengembalikan jati diri bangsa adalah satu syarat mutlak untuk membangun jati diri bangsa Indonesia ini agar lebih baik. Disamping itu setiap warga negara Indonesia di latih dan dibiasakan untuk hidup mandiri dan tidak mudah putus asa. Mandiri bukan berarti tidak mau bekerjasama lho, melainkan sikap yang tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Tidak menggantungkan diri dalam arti mau atau bersedia untuk selalu berkarya yang terbaik dalam masa hidupnya. Secara pribadi bagi saya orang akan lebih mulia sekalipun harus rela berpanas-panas dan bercapek-capek untuk berjualan es lilin, berjualan koran, jadi kuli di pasar, membersihkan jalan dan lingkungan, berjualan krupuk berjalan kaki keliling kampung daripada hanya menengadahkan tangannya di lampu-lampu merah maupun dari rumah ke rumah. Memang sama-sama terkena panas terik matahari tetapi semangat dan niat dalam jiwa mereka sangat jauh berbeda. Oleh karena itu saya sangat menyetujui harapan proklamator Indonesia Ir. Soekarno yang mencangkan semangat berdikari bagi bangsa Indonesia.

Maka dari itu sejak dini kita harus mendidik dan memberikan tauladan kepada anak dan anggota keluarga kita untuk selalu mandiri. Kita harus mengajarai mereka untuk selalu membuahkan karya cemerlang dalam hidupnya. Dan menanamkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan begitu maka kita InsyaAllah akan lebih mudah untuk membangun atau Mengembalikan Jati Diri Bangsa.